Kadur, 10 Maret 2026 – Tepat pukul 09:00 WIB, Aula UPT Puskesmas Kadur mulai dipenuhi oleh seluruh pegawai. Tidak ada ruang kosong. Dari petugas loket, tenaga medis, bidan desa, farmasi, gizi, hingga tenaga administrasi, semua berkumpul dalam satu agenda rutin yang sudah menjadi budaya kerja: Lokakarya Mini Bulanan.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal. Ini adalah ruang jujur bagi UPT Puskesmas Kadur untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan bertanya: “Sudah sejauh mana pelayanan kita bulan ini? Apa yang sudah baik, dan apa yang harus kita perbaiki?”
Monitoring: Melihat Data, Bukan Sekadar Angka Sesi pertama dibuka oleh Koordinator Pelayanan. Layar proyektor menampilkan capaian program bulan Februari: cakupan imunisasi dasar lengkap, jumlah kunjungan ibu hamil K4, data stunting balita, hingga laporan penanganan kasus DBD di Desa Pamoroh pasca kegiatan fogging akhir September lalu.
Setiap koordinator program maju bergantian. Suasananya santai tapi fokus. Bidan Desa Pamoroh memaparkan tantangan kunjungan nifas di wilayahnya. Petugas gizi menunjukkan grafik peningkatan balita dengan status gizi baik. Tidak ada yang saling menyalahkan. Data di meja dibahas bersama, karena tujuannya satu: masyarakat Kadur harus dapat pelayanan terbaik